RABI’AH AL-ADAWIYAH

Rabi‘ah binti Ismail al-Adawiyah, berasal dari keluarga miskin. Dari kecil ia tinggal di Bashrah. Di kota ini namanya sangat harum sebagai seorang manusia suci dan seorang pengkhotbah. Dia sangat dihormati oleh orang-orang saleh semasanya. Mengenai kematiannya ada berbagai pendapat: tahun 135 H/752 M atau tahun 185 H/801 M.
Rabi’ah al-Adawiyah yang seumur hidupnya tidak pernah menikah, dianggap mempunyai saham yang besar dalam memperkenalkan cinta Allah ke dalam Islam tashawuf. Orang-orang mengatakan bahwa ia dikuburkan di dekat kota Yerussalem.

Baca lebih lanjut

Iklan

Fatimah binti Muhammad SAW Az-Zahra

 Fatimah adalah "ibu dari ayahnya." Dia adalah puteri yang
mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq
Rasulullah SAW, Abil Qasim, Muhammad bin
Abdullah bin   Abdul Muththalib bin Hasyim.
Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan
perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam
 hal keutamaan, ilmu,  akhlaq, adab, hasab dan nasab.

        Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash
bin Rabi' dan Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan.
Juga dia lebih muda dari Ummu Kultsum. Dia adalah
anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau
bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga
menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." [Ibnul
Abdil Barr dalam "Al-Istii'aab"]
 Baca lebih lanjut 

Tuhfah ra., Sufi Wanita sezaman Dengan Sari As-Saqati ra.

Begitu taatnya kepada Allah, akhirnya Tuhfah dianggap gila oleh majikannya. Sehingga, ia dimasukkan di RS jiwa. Tiba-tiba seorang sufi ingin menebusnya, tapi majikan Tuhfah yang semula menjual harga tinggi, akhirnya malah membebaskannya. Bahkan, mereka akhirnya menjalankan ibadah haji bersama-sama sampai Tuhfah meninggal dunia.

Budak Yang Sufi
Susi wanita, Tuhfah, hidup sezaman dengan sufi Sari as-Saqati (sekitar tahun 250 H/853 M). Tuhfah seorang budak yang tidak mengenal tidur maupun makan, sepanjang hari menangis serta merintih dalam mengabdi kepada Allah. Akhirnya ketika keadaan sudah demikian gawat untuk ditangani keluarga majikannya. Mereka pun mengirim ke rumah sakit jiwa.

Sufi yang banyak bercerita tentang Tuhfah adalah Sari al-Saqati. Menurut al-Saqati, dia pergi ke rumah sakit karena kesumpekan hati nya. Di suatu kamar, ia mendapati seorang gadis, hanya saja kedua kakinya dirantai. Air matanya berlinangaan sepanjang hari ia selalu melantunkan syair.

Baca lebih lanjut

Rabi’ah Al-Adawiyah ra.

Rabiah adalah salah satu tokoh sufi wanita pada zamannya,beliau dilahirkan di kota Basrah tahun 95 hijriyah,dan putri ke 4 dari seorang lelaki bernama,Ismail Adawiyah.Beliau hidup dalam kemiskinan dan lingkungan yang serba kurang bahkan ketika Rabiah lahir lampu untuk menerangi saat kelahirannyapun tidak ada. Rabiah yang lahir dalam keadaan miskin tapi kaya akan iman dan peribadatan kepada Allah.

Baca lebih lanjut