Fatimah binti Muhammad SAW Az-Zahra

 Fatimah adalah "ibu dari ayahnya." Dia adalah puteri yang
mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq
Rasulullah SAW, Abil Qasim, Muhammad bin
Abdullah bin   Abdul Muththalib bin Hasyim.
Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan
perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam
 hal keutamaan, ilmu,  akhlaq, adab, hasab dan nasab.

        Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash
bin Rabi' dan Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan.
Juga dia lebih muda dari Ummu Kultsum. Dia adalah
anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau
bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga
menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." [Ibnul
Abdil Barr dalam "Al-Istii'aab"]
 Baca lebih lanjut 
Iklan

Imam Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib ra.

Beliau adalah Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Hussein bin Ali bin Abi Thalib (semoga Allah meridhoi mereka semua). Beliau dijuluki dengan julukan Abal Hasan atau Abal Husain. Beliau juga dijuluki dengan As-Sajjad (orang yang ahli sujud).

Beliau adalah seorang yang ahli ibadah dan panutan penghambaan dan ketaatan kepada Allah. Beliau meninggalkan segala sesuatu kecuali Tuhannya dan berpaling dari yang selain-Nya, serta yang selalu menghadap-Nya. Hati dan anggota tubuhnya diliputi ketenangan karena ketinggian makrifahnya kepada Allah, rasa hormatnya dan rasa takutnya kepada-Nya. Itulah sifat-sifat beliau, Al-Imam Ali Zainal Abidin.

Beliau dilahirkan di kota Madinah pada tahun 33 H, atau dalam riwayat lain ada yang mengatakan 38 H. Beliau adalah termasuk generasi tabi’in. Beliau juga seorang imam agung. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari ayahnya (Al-Imam Husain), pamannya Al-Imam Hasan, Jabir, Ibnu Abbas, Al-Musawwir bin Makhromah, Abu Hurairah, Shofiyyah, Aisyah, Ummu Kultsum, serta para ummahatul mukminin/isteri-isteri Nabi SAW (semoga Allah meridhoi mereka semua). Beliau, Al-Imam Ali Zainal Abidin, mewarisi sifat-sifat ayahnya (semoga Allah meridhoi keduanya) di didalam ilmu, zuhud dan ibadah, serta mengumpulkan keagungan sifatnya pada dirinya di dalam setiap sesuatu.

Baca lebih lanjut

Kisah Dalam Keluarga Ali bin Abu Thalib kw.

Berkata Ibnu Ajibah,“Barang siapa yang meninggalkan sesuatu semata-mata karna Allah SWT maka Allah akan mengganti seperti apa yang ia tiggalkan atau bahkan lebih baik dari itu”

Berkaitan dengan hal itu ada cerita putri nabi beserta keluarga; Sayyidina Ali kw., Sayyidina Hasan dan Husain ra. Kala itu mereka benar-benar tidak makan selama tiga hari kemudian Sayyidah Fatimah az-Zahra berdiskusi sebentar dengan Sayyidina Ali hingga mereka memutuskan untuk menjual selendang milik Sayyidah Fatimah seharga 6 dirham,tidak, bukan untuk kebutuhan pangan mereka, tetapi Sayyidah fatimah berkata: Faatashoddaq biha ( dan shodaqohkanlah dengan uang itu ).
Baca lebih lanjut