Abu Abdullah Muhammad bin ’Ali bin al-Husain al-Hakim at-Tirmidzi ra.

Abu Abdullah Muhammad bin ’Ali bin al-Husain al-Hakim at-Tirmidzi, adalah salah seorang pemikir tashawuf Islam yang kreatif dan terkemuka, diusir dari kota kelahirannya, Tirmidzi. Mengungsi ke Nishapur di mana beliau memberikan ceramah-ceramah pada tahun 285 H/898 M. Karya-karya beliau yang bersifat psikologis sangat mempengaruhi al-Ghazali, sedang teorinya yang menghebohkan mengenai Manusia Suci diambil dan dikembangkan oleh Ibnu Arabi. Sebagai seorang penulis yang kreatif banyak di antara karya-karya beliau, termasuk sebuah sketsa. otobiografi masih dapat ditemukan dan beberapa di antaranya telah diterbitkan.

Baca lebih lanjut

Iklan

SARI AS-SAQATHI

Orang-orang mengatakan bahwa  Sari As-Saqathi yang nama lengkapnya adalah Abul Hasan Sari bin al-Mughallis as-Saqathi adalah murid Ma’ruf al-Karkhi dan paman Junaid al-Baghdadi. Beliau adalah seorang tokoh sufi yang terkemuka di Baghdad dan pernah mendapat tantangan dari Ahmad bin Hambali. Mula-mula ia mencari nafkah dengan berdagang barang-barang bekas dan ia meninggal pada tahun 253 H/867 M dalam usia 98 tahun.

Baca lebih lanjut

ABUL QASIM AL-JUNAID

Abul Qasim al-Junaid bin Muhammad al-Khazzaz an-Nihawandi adalah putera seorang pedagang barang pecah belah dan keponakan dari Sari as-Saqathi. Beliau adalah teman akrab al-Muhasibi yang merupakan penyebar besar aliran “warans” sufisme. Beliau telah mengembangkan sebuah doktrin theosofi yang mempengaruhi keseluruhan mitisisme ortodoks Islam. Teorinya yang dijelaskannya secara terperinci dalam ajaran-ajarannya dan dalam surat-suratnya kepada tokoh-tokoh semasanya masih dapat kita temukan hingga saat ini. Beliau meninggal pada tahun 258 H/910M di Baghdad, sebagai ketua dari sebuan aliran yang besar dan berpengaruh luas.

Baca lebih lanjut

ABU YAZID AL-BUSTHAMI

Abu Yazid Thaifur bin ’Isa bin Surusyan aI-Busthami Iahir di Bustham yang terletak di bagian Timur Laut Persia. Kakeknya adalah seorang penganut Zoroaster. Di Bustham ini pula Abu Yazid meninggal dunia tahun 261 H/874 M atau 264 H/877 M, sedang makamnya masih ada hingga saat ini. Di samping keharuman namanya sebagai pendiri perguruan sufisme, beliau dikenal karena
keberaniannya menyatakan peleburan yang sempurna seorang mistikus ke dalam tuhan.
Baca lebih lanjut