Haji Hasan Mustafa

Oleh: Atep Kurnia

Haji Hasan Mustapa (1852-1930) banyak dikenang orang. Ada puluhan bahkan mungkin ratusan tulisan yang dibuat untuk mengenang sosok, juga mengapresiasi karyanya. Menurut penelusuran pustaka, timbulnya minat untuk mengapresiasi ulama, sastrawan, serta pengamat budaya Sunda yang biasa disingkat HHM ini, sudah timbul setelah beliau wafat. Buktinya adalah kehadiran organisasi pengagum HHM, awak-awak Galih Pakuan. Organisasi yang berdiri sejak sebelum Perang Dunia II ini pernah menerbitkan beberapa karya HHM, baik sebelum perang maupun sesudah Indonesia merdeka.

Selain itu, Wangsaatmadja, sekretaris HHM periode 1923-1930 sekaligus penggerak Galih Pakuan, menghasilkan dua karya yang berkaitan dengan biografi, karya, dan anekdot HHM. Buku yang dimaksud adalah Tjarita djeung Sadjarah Joeragan Hadji Hasan Moestapa Hoofd Panghoeloe Pansioenan Marhoem Bandoeng dan Singa Bandoeng: Nja Eta Kapoejian ka Marhoem Joeragan Hadji Hasan Moestapa Hoofd Panghoeloe Pansioenan Bandoeng.
Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.