<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Biografiparasufi&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://biografiparasufi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://biografiparasufi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 08:34:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='biografiparasufi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Biografiparasufi&#039;s Blog</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://biografiparasufi.wordpress.com/osd.xml" title="Biografiparasufi&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://biografiparasufi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ABU HAFSHIN AL-HADDAD</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2012/01/16/abu-hafshin-al-haddad/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2012/01/16/abu-hafshin-al-haddad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 08:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Persia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230;. Pada suatu hari seorang buta berjalan di dalam pasar sambil membaca ayat &#8220;Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maka akan ditunjukkan Allah kepada mereka yang tak pernah mereka sangka sebelumnya &#8230;&#8230; &#8220; Ayat ini menyesakkan dada Abu Hafshin sehingga ia tak sadarkan diri. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=254&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2012/01/sufi-berzikir-mendekati-allah.jpg"><img class="alignleft  wp-image-300" style="border:1px solid black;margin:7px;" title="sufi-berzikir-mendekati-allah" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2012/01/sufi-berzikir-mendekati-allah.jpg?w=167&#038;h=210" alt="" width="167" height="210" /></a>&#8220;&#8230;. Pada suatu hari seorang buta berjalan di dalam pasar sambil membaca ayat <em>&#8220;Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maka akan ditunjukkan Allah kepada mereka yang tak pernah mereka sangka sebelumnya &#8230;&#8230; &#8220;</em><br />
Ayat ini menyesakkan dada Abu Hafshin sehingga ia tak sadarkan diri. Sehingga, ketika itu di bengkel pertukangannya, sebagai ganti jepitan ia masukkan tangannya ke dalam tungku perapian untuk mengambil sepotong besi yang sedang membara. Besi tersebut ia taruh ke atas paron untuk dipalu anak-anak buahnya. Semua anak buah Abu Hafshin tersadar, betapa Abu Hafshin menempa besi panas itu dengan tangannya sendiri.<br />
&#8220;Tuan, apakah yang engkau perbuat ini?&#8221; seru mereka.<br />
&#8220;Palu!&#8221; Abu Hafshin memberi perintah.<br />
&#8220;Tuan, apakah yang harus kami palu?&#8221; tanya mereka, &#8220;besi ini telah bersih&#8221;.<br />
Barulah Abu Hatshin sadar. Dilihatnya besi yang membara di tangannya dan didengarnya seruan-seruan anak buahnya: &#8220;Besi itu telah bersih. Apakah yang harus kami palu?&#8221; Besi tersebut dilemparkannya. Bengkel itu segera ditinggalkannya dan siapa pun boleh mengurusnya.<br />
<strong>&#8220;Sudah lama sebenarnya aku ingin meninggalkan usaha tersebut, tapi tak dapat. Akhirnya kejadian ini menimpa diriku dan secara paksa membebaskanku. Betapa pun aku mencoba meninggalkan usaha itu, namun sia-sia, akhirnya usaha itu sendiri yang meninggalkan diriku&#8221;</strong><br />
<strong> Sesudah itu, Abu Hafshin menjalani kehidupan dengan disiplin diri yang keras, menyepi dan bermeditasi&#8230;.&#8221;</strong></p>
<p><span id="more-254"></span></p>
<p><strong>BAGAIMANA ABU HAFSHIN BIN HADDAD BERTAUBAT</strong></p>
<p>Ketika masih remaja, Abu Hafshin bin Haddad jatuh cinta kepada seorang gadis pelayan. Ia sedemikian tergila-gila sehingga tak dapat hidup dengan tenang.<br />
&#8220;Ada seorang dukun Yahudi yang tinggal di pinggiran kota Nishapur. Ia tentu dapat menolongmu&#8221;, sahabat-sahabatnya menyarankan.<br />
Maka pergilah Abu Hafshin menemui dukun Yahudi itu dan menerangkan masalah yang sedang dihadapinya.<br />
Si Yahudi menyarankan: &#8220;Selama empat puluh hari janganlah engkau melakukan shalat, dengan cara bagaimana pun juga janganlah kau patuhi perintah Allah, dan jangan lakukan perbuatan-perbuatan baik. Selama itu pula jangan engkau sebut-sebut nama Allah dan sama sekali jangan memikirkan hal-hal yang baik. Setelah semua ini engkau lakukan, barulah aku sanggup dengan sihirku membuat kehendakmu itu tercapai&#8221;.<br />
Selama empat puluh hari Abu Hafshin melaksanakan nasehat si dukun. Setelah itu si dukun membuatkan sebuah jimat untuknya, tetapi ternyata juga masih tak ada hasilnya.<br />
Si Yahudi berdalih: &#8220;Sudah pasti bahwa selama ini engkau pernah melakukan perbuatan baik. Jika tidak, tentu tujuanmu itu telah tercapai”.<br />
&#8220;Tak ada pelanggaran yang pernah kulakukan&#8221;, Abu Hafshin membela diri. &#8220;Satu-satunya kebajikan yang kuingat adalah menyepak sebuah batu ketika aku datang ke sini agar tak ada orang yang tersandung karenanya&#8221; .<br />
<strong>&#8220;Janganlah menjengkelkan Allah yang perintah-perintah-Nya hendak engkau tentang selama empat puluh hari. Dia takkan menyia-nyiakan kemurahan-Nya walau untuk kebajikan kecil seperti yang telah engkau lakukan&#8221;, cela si Yahudi.</strong><br />
<strong> Kata-kata itu mengobarkan api taubat di dalam dada Abu Hafshin, bahkan sedemikian berkobarnya sehingga ia bertaubat melalui si Yahudi itu.</strong><br />
Abu Hafshin terus melakukan usahanya sebagai pandai besi, dan menyembunyikan keajaiban yang telah terjadi terhadap dirinya itu. Setiap hari ia memperoleh uang satu dinar. Dan setiap malam pula uang satu dinar itu diberikannya kepada orang-orang miskin, atau secara sembunyi dimasukannya ke dalam kotak surat di rumah para janda. Kemudian, bila waktu isya&#8217; telah tiba, ia pun pergi mengemis dan dengan uang yang diperolehnya melalui cara ini ia berbuka puasa. Kadang ia mengumpulkan bawang atau lainnya sisa-sisa yang terdapat di kamar cuci umum, lalu dijadikannya sebagai<br />
santapannya.<br />
Demikianlah perilaku Abu Hafshin untuk beberapa lama. Pada suatu hari seorang buta berjalan di dalam pasar sambil membaca ayat &#8220;Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maka akan ditunjukkan Allah kepada mereka yang tak pernah mereka sangka sebelumnya &#8230;&#8230; &#8220;<br />
Ayat ini menyesakkan dada Abu Hafshin sehingga ia tak sadarkan diri. Sehingga, ketika itu dipertukangannya, sebagai ganti jepitan ia masukkan tangannya ke dalam tungku perapian untuk mengambil sepotong besi yang sedang membara. Besi tersebut ia taruh ke atas paron untuk dipalu anak-anak buahnya. Semua anak buah Abu Hafshin tersadar, betapa Abu Hafshin menempa besi panas itu dengan tangannya sendiri.<br />
&#8220;Tuan, apakah yang engkau perbuat ini?&#8221; seru mereka.<br />
&#8220;Palu!&#8221; Abu Hafshin memberi perintah.<br />
&#8220;Tuan, apakah yang harus kami palu?&#8221; tanya mereka, &#8220;besi ini telah bersih&#8221;.<br />
Barulah Abu Hatshin sadar. Dilihatnya besi yang membara di tangannya dan didengarnya seruan-seruan anak buahnya: &#8220;Besi itu telah bersih. Apakah yang harus kami palu?&#8221; Besi tersebut dilemparkannya. Bengkel itu segera ditinggalkannya dan siapa pun boleh mengurusnya.<br />
&#8220;Sudah lama sebenarnya aku ingin meninggalkan usaha tersebut, tapi tak dapat. Akhirnya kejadian ini menimpa diriku dan secara paksa membebaskanku. Betapa pun aku mencoba meninggalkan usaha itu, namun sia-sia, akhirnya usaha itu sendiri yang meninggalkan diriku&#8221;<br />
Sesudah itu, Abu Hafshin menjalani kehidupan dengan disiplin diri yang keras, menyepi dan bermeditasi.</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-persia/'>Sufi Persia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=254&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2012/01/16/abu-hafshin-al-haddad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2012/01/sufi-berzikir-mendekati-allah.jpg?w=238" medium="image">
			<media:title type="html">sufi-berzikir-mendekati-allah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hudzaifah Ibnu Al-Yaman ra.</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/11/13/hudzaifah-ibnu-al-yaman-ra/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/11/13/hudzaifah-ibnu-al-yaman-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 06:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Sahabat Nabi saw]]></category>
		<category><![CDATA[hudzaifah bin al-yaman]]></category>
		<category><![CDATA[pemgang rahasia nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[“Jika engkau ingin digolongkan kepada Muhajirin, engkau memang Muhajir. Dan jika engkau ingin digolongkan kepada Anshar, engkau memang seorang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai.” Itulah kalimat yang diucapkan Rasulullah SAW kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, ketika bertemu pertama kali di Mekah. Mengenai pilihan itu, apakah beliau tergolong Muhajirin atau Anshar ada kisah tersendiri bagi Hudzaifah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=115&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/11/hudzaifah.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-294" style="border-color:black;border-style:solid;border-width:1px;margin:5px;" title="hudzaifah" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/11/hudzaifah.jpg?w=468" alt=""   /></a>“Jika engkau ingin digolongkan kepada Muhajirin, engkau memang Muhajir. Dan jika engkau ingin digolongkan kepada Anshar, engkau memang seorang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai.” Itulah kalimat yang diucapkan Rasulullah SAW kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, ketika bertemu pertama kali di Mekah. Mengenai pilihan itu, apakah beliau tergolong Muhajirin atau Anshar ada kisah tersendiri bagi Hudzaifah.</p>
<p>Al-Yaman, ayah Hudzaifah, adalah orang Mekah dari Bani Abbas. Karena sebuah utang darah dalam kaumnya, dia terpaksa menyingkir dari Mekah ke Yastrib (Madinah). Di sana dia meminta perlindungan kepada Bani Abd Asyhal dan bersumpah setia pada mereka untuk menjadi keluarga dalam persukuan Bani Abd Asyhal. Ia kemudian menikah dengan anak perempuan suku Asyhal. Dari perkawinannya itu, lahirlah anaknya, Hudzaifah. Maka, hilanglah halangan yang menghambat Al-Yaman untuk memasuki kota Mekah. Sejak itu dia bebas pulang pergi antara Mekah dan Madinah. Meski demikian, dia lebih banyak tinggal dan menetap di Madinah.</p>
<p><span id="more-115"></span></p>
<p>Ketika Islam memancarkan cahayanya ke seluruh Jazirah Arab, Al-Yaman termasuk salah seorang dari sepuluh orang Bani Abbas yang berkeinginan menemui Rasulullah SAW dan menyatakan keislamannya. Ini semua terjadi sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Sesuai dengan garis keturunan yang berlaku di negeri Arab, yaitu garis keturunan bapak (patriach), maka Hudzaifah adalah orang Mekah yang lahir dan dibesarkan di Madinah.</p>
<p>Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua ibu bapaknya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama. Karena itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah SAW.</p>
<p>Kerinduan Hudzaifah hendak bertemu dengan Rasulullah SAW memenuhi setiap rongga hatinya. Sejak masuk Islam, dia senantiasa menunggu-nunggu berita, dan nyinyir bertanya tentang kepribadian dan ciri-ciri beliau. Bila hal itu dijelaskan orang kepadanya, makin bertambah cinta dan kerinduannya kepada Rasulullah.</p>
<p>Pada suatu hari dia berangkat ke Mekah sengaja hendak menemui Rasulullah. Setelah bertemu, Hudzaifah bertanya kepada beliau, “Apakah saya ini seorang Muhajir atau Anshar, ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah, “Jika engkau ingin disebut Muhajir engkau memang seorang muhajir dan jika engkau ingin disebut Anshar, engkau memang orang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai.” Hudzaifah menjawab, “Aku memilih Anshar, ya Rasulullah!”</p>
<p><strong>Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar</strong>. Mengapa dia tidak ikut dalam Perang Badar? Soal ini pernah diceritakan oleh Hudzaifah. Ia berkata, “Yang menghalangiku untuk turut berperang dalam peperangan Badar karena saat itu aku dan bapakku sedang pergi keluar Madinah. Dalam perjalanan pulang, kami ditangkap oleh kaum kafir Quraisy seraya bertanya, “Hendak ke mana kalian?” Mereka menjawab, “Ke Madinah!” Mereka bertanya, “Kalian hendak menemui Muhammad?”</p>
<p>“Kami hendak pulang ke rumah kami di Madinah,” jawab kami.</p>
<p>Mereka tidak bersedia membebaskan kami, kecuali dengan perjanjian bahwa kami tidak akan membantu Muhammad, dan tidak akan memerangi mereka. Sesudah itu barulah kami dibebaskannya. Setelah bertemu dengan Rasulullah SAW, kami menceritakan kepada beliau peristiwa tertangkapnya kami oleh kaum kafir Quraisy dan perjanjian dengan mereka. Lalu, kami bertanya kepada beliau tentang apa yang harus kami lakukan. Rasulullah menjawab, “Batalkan perjanjian itu, dan marilah kita mohon pertolongan Allah untuk mengalahkan mereka!”</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-sahabat-nabi-saw/'>Sufi Sahabat Nabi saw</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/hudzaifah-bin-al-yaman/'>hudzaifah bin al-yaman</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/pemgang-rahasia-nabi/'>pemgang rahasia nabi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=115&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/11/13/hudzaifah-ibnu-al-yaman-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/11/hudzaifah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hudzaifah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas tentang  Syaikh Agung Muhyidin  Ibn Arabi  (semoga Allah meridhainya)</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/10/04/sekilas-tentang-syaikh-agung-muhyidin-ibn-arabi-semoga-allah-meridhainya/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/10/04/sekilas-tentang-syaikh-agung-muhyidin-ibn-arabi-semoga-allah-meridhainya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 10:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Andalusia]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu araby]]></category>
		<category><![CDATA[syaikhul Agung]]></category>
		<category><![CDATA[syaikhul akbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Nasab, Kelahiran, dan Perjalanannya Beliau adalah Muhammad bin Ali Abdullah Al-Hatimiy Al-Tha’i, yang mendapat sebutan Abu Bakar dan digelari Muhyi Al-Din Ibn ’Arabi (”Putra Arab Sang Penghidup Agama,&#8221; selanjutnya, dalam terjemahan ini, lbn Arabi). Beliau (semoga Allah meridhainya) dilahirkan pada hari Senin, malam 17 Ramadhan, tahun 520H di Marsiyyah, Andalusia. Pada usia 8 tahun beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=282&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p id="internal-source-marker_0.5682480338022036" dir="ltr"><strong>Nasab, Kelahiran, dan Perjalanannya</strong></p>
<p dir="ltr"><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/10/ibnu-arabi-1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-283" style="border-color:black;border-style:solid;border-width:1px;margin:7px;" title="Ibnu Arabi-1" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/10/ibnu-arabi-1.jpg?w=468" alt=""   /></a>Beliau adalah Muhammad bin Ali Abdullah Al-Hatimiy Al-Tha’i, yang mendapat sebutan Abu Bakar dan digelari Muhyi Al-Din Ibn ’Arabi (”Putra Arab Sang Penghidup Agama,&#8221; selanjutnya, dalam terjemahan ini, lbn Arabi).</p>
<p dir="ltr">Beliau (semoga Allah meridhainya) dilahirkan pada hari Senin, malam 17 Ramadhan, tahun 520H di Marsiyyah, Andalusia. Pada usia 8 tahun beliau pindah ke Seville (sekarang wilayah Spanyol) bersama dengan orang tuanya, seraya belajar hadis dan fiqih kapada para guru di negerinya.</p>
<p dir="ltr">Pengembaraannya di kota-kota Andalusia dan negeri Maghrib mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk karakter tasawuf beliau kelak, ketika beliau menjadi syaikh dari para syaikh (syaikh al-masyayikh) dan pemuka para imam lslam. Syaikh Ibn Arabi sangat mendalami jalan sufi dan tak saorang pun yang blsa menandinginya sehingga beliau pantas menjadi teladan yang mencerminkan akhlak-etika perkataan dan perbuatan para sufi.</p>
<p dir="ltr"><span id="more-282"></span></p>
<p dir="ltr">Pada tahun 598H, beliau pergi ke Makkah untuk menunaikan lbadah haji dan tinggal di Hijaz selama 2 tahun. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Bagdad dan Mosul, lalu pindah ke kota Al-Khalil (Hebron, Palestina sekarang) dan tinggal di sana selama 1 tahun. Berikutnya beliau pindah ke Kairo dan tinggal di sana selama 3 tahun. Pada tahun 606 H beliau pergi ke Halb dan m0ndar-mandir antara Maghrib dan Masyriq selama 4 tahun. Beliau kembali ke Halb pada tahun 61o H dan tinggal di sana selama setahun penuh, kemudian kembali ke Makkah pada tahun 611 H.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pada tahun 612 H beliau pergi ke Quniah dan Siwas, lalu kemball ke Halb tahun 617 H dan tinggal di sini selama 3 tahun. Setelah itu beliau kembali ke Damaskus pada tahun 62o H dan tinggal di sana sampai tahun 628H. Beliau kembali lagi ke Halb, tinggal di sana selama setahun penuh lalu kembali lagi ke Damaskus pada tahun 629H dan tinggal di sana hingga wafatnya pada tahun 632H, pada usia 87 tahun.</strong></p>
<p dir="ltr">Di kalangan ahli hakikat dan para wali beliau dikenal sebagai salah seorang wali Allah dan memperoleh banyak gelar, seperti<strong><em> khatam al- auliya’</em></strong> (sang penutup para wali),<strong><em> barzakh al-barazikh</em></strong> (sang pemisah para pamisah), <em><strong>al-kibrit al-ahmar</strong></em> (sang belerang merah), dan <strong><em>sulthan al-’arifin</em></strong> (pemimpin para arif)</p>
<p dir="ltr">Syaikh Ibn Arabi memiliki banyak sekali karya hingga tak terhitung jumlahnya.</p>
<p dir="ltr">Salah satu karya beliau yang terpenting adalah <strong><em>Al-Futuhat Al- Makkiyah.</em></strong> Beliau juga menulis kitab tafsir dan ta&#8217;will dengan pendekatan bathini (makna batiniah), serta kitab-kitab lain yang berharga.</p>
<p dir="ltr">Semoga Allah meridhai beliau dan membuatnya ridha.</p>
<p style="text-align:center;" dir="ltr">)00(</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-andalusia/'>Sufi Andalusia</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/ibnu-araby/'>ibnu araby</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/syaikhul-agung/'>syaikhul Agung</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/syaikhul-akbar/'>syaikhul akbar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=282&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/10/04/sekilas-tentang-syaikh-agung-muhyidin-ibn-arabi-semoga-allah-meridhainya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/10/ibnu-arabi-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ibnu Arabi-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Abdullah Muhammad bin ’Ali bin al-Husain al-Hakim at-Tirmidzi ra.</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/09/abu-abdullah-muhammad-bin-%e2%80%99ali-bin-al-husain-al-hakim-at-tirmidzi-ra/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/09/abu-abdullah-muhammad-bin-%e2%80%99ali-bin-al-husain-al-hakim-at-tirmidzi-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 07:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Asia Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[hakim at-tirmidzi]]></category>
		<category><![CDATA[sufi asia tengah]]></category>
		<category><![CDATA[tirmidzi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Abu Abdullah Muhammad bin ’Ali bin al-Husain al-Hakim at-Tirmidzi, adalah salah seorang pemikir tashawuf Islam yang kreatif dan terkemuka, diusir dari kota kelahirannya, Tirmidzi. Mengungsi ke Nishapur di mana beliau memberikan ceramah-ceramah pada tahun 285 H/898 M. Karya-karya beliau yang bersifat psikologis sangat mempengaruhi al-Ghazali, sedang teorinya yang menghebohkan mengenai Manusia Suci diambil dan dikembangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=268&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/biarkan-hatimu-bicara-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-271" style="border:1px solid black;margin:5px 7px;" title="biarkan hatimu bicara 1" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/biarkan-hatimu-bicara-1.jpg?w=468" alt=""   /></a>Abu Abdullah Muhammad bin ’Ali bin al-Husain al-Hakim at-Tirmidzi,</strong> adalah salah seorang pemikir tashawuf Islam yang kreatif dan terkemuka, diusir dari kota kelahirannya, Tirmidzi. Mengungsi ke Nishapur di mana beliau memberikan ceramah-ceramah pada tahun 285 H/898 M. <strong>Karya-karya beliau yang bersifat psikologis sangat mempengaruhi al-Ghazali, sedang teorinya yang menghebohkan mengenai Manusia Suci diambil dan dikembangkan oleh Ibnu Arabi. Sebagai seorang penulis yang kreatif banyak di antara karya-karya beliau, termasuk sebuah sketsa.</strong> otobiografi masih dapat ditemukan dan beberapa di antaranya telah diterbitkan.</p>
<p><span id="more-268"></span></p>
<p><strong>PENDIDIKAN DARI HAKIM AT-TIRMIDZI</strong><br />
Muhammad bin Ali at-Tirmidzi bersama dua orang pelajar lainnya bertekad akan melakukan pengembaraan untuk menuntut ilmu. Ketika mereka hendak berangkat, ibunya sangat sedih.<br />
&#8220;Wahai buah hati ibu&#8221;, sang ibu berkata. &#8220;Aku seorang perempuan yang sudah tua dan lemah, bila ananda pergi tak ada lagi seorang pun yang ibunda punyai di atas dunia ini. Selama ini anandalah tempat ibunda bersandar. Kepada siapakah ananda menitipkan ibunda yang sebatang kara dan lemah ini?&#8221;<br />
Kata-kata ini menggoyahkan semangat Tirmidzi, ia membatalkan niatnya, sementara kedua sahabatnya tetap berangkat mengembara mencari ilmu itu. Suatu hari Tirmidzi duduk di sebuah pemakaman meratapi nasibnya:<br />
&#8220;Di sinilah aku! Tiada seorang pun yang perduli kepadaku yang bodoh ini! Sedang kedua sahabatku itu nanti akan kembali sebagai orang-orang terpelajar yang berpendidikan sempurna&#8221;.<br />
Tiba-tiba muncul seorang tua dengan wajah yang berseri-seri. Ia menegur Tirmidzi :<br />
&#8220;Nak, mengapakah engkau menangis?”<br />
Tirmidzi menceriterakan segala keluh kesahnya itu.<br />
&#8220;Maukah engkau menerima pelajaran dari saya setiap hari sehingga engkau dapat melampaui kedua sahabatmu itu dalam waktu yang singkat?&#8221;, orang tua itu bertanya kepada Tirmidzi.<br />
&#8220;Aku bersedia&#8221;, jawab Tirmidzi.<br />
&#8220;Maka&#8221;, Tirmidzi mengisahkan &#8220;setiap hari ia memberikan pelajaran kepadaku.<strong> </strong></p>
<p><strong>Setelah tiga tahun berlalu barulah aku menyadari bahwa sesungguhnya orang tua itu adalah Khidir as. dan aku memperoleh keberuntungan yang seperti itu karena telah berbakti kepada ibuku&#8221;.</strong></p>
<p dir="ltr">ooo</p>
<p>Setiap hari Minggu (Abu Bakr al-Warraq mengisahkan) Khidir as. mengunjungi Tirmidzi dan kemudian mereka memperbincangkan berbagai persoalan. Pada suatu hari Tirmidzi berkata kepadaku:<br />
&#8220;Hari ini engkau hendak kuajak pergi ke suatu tempat&#8221;.<br />
”Terserah kepada guru”, jawabku.<br />
Kami pun berangkat. Tatkala kami sampai di sebuah padang pasir itu aku melihat sebuah singgasana kencana di bawah naungan sebatang pohon yang rindang di pinggir sebuah telaga. Pada singgasana itu duduk seorang berpakaian indah. <strong>Syeikh menghampirinya, orang itu berdiri dan mempersilahkan syeikh duduk di atas singgasana itu. Kemudian orang-orang berdatangan dari segala penjuru dan berkumpul di tempat itu. Semuanya berjumlah empat puluh orang. Kemudian mereka memberi isyarat ke atas. Seketika itu juga tersajilah berbagai hidangan dan mereka pun makan. Syeikh mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan orang itu memberi jawaban. Tetapi bahasa yang mereka pergunakan sama sekali tidak dapat kupahami.</strong> Beberapa lama kemudian Tirmidzi memohon diri dan meninggalkan tempat itu.<br />
&#8220;Mari kita pergi&#8221;; ajak Hakim Tirmidzi kepadaku. &#8220;Engkau telah diberkahi&#8221;.<br />
Sebentar saja kami telah berada kembali di Tirmidzi. Aku Bertanya kepada Syeikh Tirmidzi:<br />
&#8220;Apakah artinya semua kejadian tadi? tempat apakah itu dan siapakah orang itu?&#8221;<br />
itulah lembah pemukiman Bani IsraiI&#8221;, jawab Tirmidzi. Dan orang tadi adalah PauI&#8221;.<br />
”Bagaimana kita dapat pulang pergi dalam waktu sesingkat itu?&#8221;, tanyaku.<br />
&#8220;Abu Bakr&#8221;, jawab Tirmidzi.<strong> &#8220;Jika Dia mengantarkan maka sampailah kita. Apakah gunanya kita bertanya mengapa dan bagaimana, yang perlu engkau sampai ke tujuan bukan untuk bertanya-tanya.&#8221;</strong><br />
Kemudian Tirmidzi bertutur: Betapa pun besar perjuanganku untuk menundukkan hawa nafsu namun aku tidak berhasil Di dalam keputusasaan aku berkata: &#8220;Mungkin Allah telah menciptakan diriku ini untuk disiksa di dalam neraka. Mengapakah diri yang terkutuk ini harus kupelihara lagi?&#8221;, Maka aku pergi ke pinggir Sungai Oxus. Kepada seseorang yang berada di situ aku minta tolong untuk mengikat kaki dan tanganku, dan setelah itu iapun pergi meninggalkanku seorang diri. Aku berguling-guling dan jatuh ke dalam air. Aku ingin mati terbenam! Tetapi ketika terbentur permukaan air, ikatan di tanganku terlepas dan sebuah gulungan ombak menghempaskan tubuhku ke pinggir. Dengan putus asa aku berseru:<br />
&#8220;Ya Allah, Maha Besar Engkau yang menciptakan seseorang yang tak pantas diterima baik di surga maupun di neraka!&#8221; <strong>Berkat seruanku di dalam keputusasaan itu terbukalah mata hatiku dan terlihatlah olehku segala sesuatu yang harus kulakukan. Pada saat itu juga terbebaslah aku dari hawa nafsuku. Selama hayatku, aku bersyukur terhadap saat saat kebebasan itu.</strong><br />
Abu Bakar al-Warraq juga mengisahkan sebagai berikut ini. Pada suatu hari Tirmidzi menyerahkan buku-bukunya kepadaku untuk dibuang ke sungai Oxus. Ketika kuperiksa ternyata buku-buku itu penuh dengan seluk-beluk dan kebenaran-kebenaran mistik. Aku tak tega melaksanakan perintah Tirmidzi itu dan buku-buku tersebut kusimpan di dalam kamarku. Kemudian aku katakan kepadanya bahwa buku-buku itu telah kulemparkan ke dalam sungai. Tetapi Tirmidzi bertanya kepadaku: &#8220;Apakah yang engkau saksikan setelah itu?&#8221;<br />
&#8220;Tidak sesuatu pun&#8221;, jawabku.<br />
&#8220;Kalau begitu, engkau belum membuang buku-buku itu ke dalam sungai. Pergilah dan buanglah buku-buku itu&#8221;, perintah &#8216;Tirmidzi.<br />
&#8220;Ada dua persoalan&#8221;, aku berkata di dalam hati. &#8220;Yang pertama, mengapa la ingin membuang buku-buku ini ke dalam sungai? Yang kedua, apakah yang akan kuselesaikan nanti setelah mencampakkan buku-buku ini ke dalam air?&#8221;<br />
Aku terus berjalan menuju sungai Oxus dan melemparkan buku-buku itu. Tetapi seketika itu juga air sungai terbelah dan terlihatlah olehku sebuah peti yang terbuka tutupnya. buku-buku itu jatuh ke dalam peti itu, kemudian tutup peti tersebut mengatup dan air sungai bersatu kembali. Aku terheran-heran menyaksikan kejadian ini.<br />
Ketika aku kembali, Tirmidzi bertanya; &#8220;Sudahkah engkau lemparkan buku itu?&#8221;.<br />
<strong>Aku menyahut: &#8220;Guru, demi keagungan Allah, katakanlah kepadaku apakah rahasia di balik semua ini?&#8221;</strong><br />
<strong> Tirmidzi menjelaskan: &#8220;Aku telah menulis buku-buku mengenai ilmu sufi dengan keterangan-keterangan yang sulit untuk dipahami oleh manusia-manusia biasa.</strong><br />
<strong> Saudaraku Khidir as. meminta buku-buku itu. Peti yang engkau lihat tadi telah dibawakan oleh seekor ikan atas permintaan Khidir, sedang Allah Yang Maha Besar memerintahkan kepada air untuk mengantarkan peti itu kepadanya&#8221;.</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-asia-tengah/'>Sufi Asia Tengah</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/hakim-at-tirmidzi/'>hakim at-tirmidzi</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sufi-asia-tengah-2/'>sufi asia tengah</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/tirmidzi/'>tirmidzi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=268&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/09/abu-abdullah-muhammad-bin-%e2%80%99ali-bin-al-husain-al-hakim-at-tirmidzi-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/biarkan-hatimu-bicara-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">biarkan hatimu bicara 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SARI AS-SAQATHI</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/08/sari-as-saqathi/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/08/sari-as-saqathi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 07:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Irak]]></category>
		<category><![CDATA[sari as-saqathi]]></category>
		<category><![CDATA[sufi]]></category>
		<category><![CDATA[sufi irak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang mengatakan bahwa  Sari As-Saqathi yang nama lengkapnya adalah Abul Hasan Sari bin al-Mughallis as-Saqathi adalah murid Ma’ruf al-Karkhi dan paman Junaid al-Baghdadi. Beliau adalah seorang tokoh sufi yang terkemuka di Baghdad dan pernah mendapat tantangan dari Ahmad bin Hambali. Mula-mula ia mencari nafkah dengan berdagang barang-barang bekas dan ia meninggal pada tahun 253 H/867 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=262&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-4-kartun.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-265" style="border:1px solid black;margin:5px;" title="sufi 4 kartun" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-4-kartun.jpg?w=468" alt=""   /></a>Orang-orang mengatakan bahwa  Sari As-Saqathi yang nama lengkapnya adalah <strong>Abul Hasan Sari bin al-Mughallis as-Saqathi adalah murid Ma’ruf al-Karkhi dan paman Junaid al-Baghdadi.</strong> Beliau adalah seorang tokoh sufi yang terkemuka di Baghdad dan pernah mendapat tantangan dari Ahmad bin Hambali. Mula-mula ia mencari nafkah dengan berdagang barang-barang bekas dan ia meninggal pada tahun 253 H/867 M dalam usia 98 tahun.</p>
<p><span id="more-262"></span><br />
<strong>KEHIDUPAN SARI AS-SAQATHI</strong></p>
<p>Sarri as-Saqathi adalah orang yang pertama sekali mengajarkan kebenaran mistik dan ”peleburan&#8221;(fana) sufi di kota Baghdad. <strong>Kebanyakan syeikh-syeikh sufi di negeri Iraq adalah murid-murid Sari as-Saqathi.</strong><br />
la adalah paman Junaid dan murid Ma’ruf al-Karkhi. Ia juga pernah bertemu dengan Habib ar-Ra’i. Pada mulanya Sari tinggal di kota Baghdad di mana ia mempunyai sebuah toko. Setiap hari apabila hendak shalat, digantungkannya sebuah tirai di depan pintu tokonya.<br />
Pada suatu hari datanglah seseorang dari gunung Lukam mengunjunginya. Dengan menyibakkan tirai itu ia mengucapkan salam kepada Sari dan berkata:<br />
&#8220;Syeikh dari gunung Lukam mengirim salam kepadamu&#8221;.<br />
<strong>Sari menyahut; &#8220;Si syeikh hidup menyepi di atas gunung dan oleh karena itu segala jerih payahnya tidak bermanfaat. Seorang manusia harus dapat hidup di tengah keramaian dan mengkhusyukkan diri kepada Allah sehingga kita tidak pernah lupa kepada-Nya walau sesaat pun&#8221;.</strong></p>
<p>Diriwayatkan, di dalam berdagang itu Sari tidak pernah menarik keuntungan melebihi lima persen. Pada suatu ketika Sari membeli buah-buahan badam seharga enam puluh dinar. Pada waktu harga buah badam sedang naik, seorang pedagang perantara datang menemui Sari.<br />
&#8220;Buah-buah badam ini hendak kujuaI&#8221;, Sari berkata kepadanya.<br />
&#8220;Berapakah harganya?&#8221;, tanya si perantara.<br />
&#8220;Enam puluh enam dinar&#8221;.<br />
&#8220;Tetapi harga buah badam pada saat ini sembilan puluh dinar&#8221;, si perantara berkeberatan.<br />
&#8220;Sudah menjadi peraturan bagi diriku untuk tidak menarik keuntungan lebih dari lima persen&#8221;, jawab Sari,<br />
&#8220;Dan aku tidak akan melanggar peraturan sendiri&#8221;.<br />
&#8220;Dan aku pun tidak merasa pantas untuk menjual barang-barangmu dengan harga kurang dari sembilan puluh dinar&#8221;,<br />
sahut di pedangang perantara.<br />
Akhirnya si perantara tidak jadi menjualkan buah-buahan Sari.</p>
<p dir="ltr">ooo</p>
<p>Pada mulanya Sari menjual barang-barang bekas. Pada suatu hari pasar kota Baghdad terbakar.<br />
&#8220;Pasar terbakar!&#8221;, orang-orang bertariak. Mendengar teriakan-teriakan itu berkatalah Sari: &#8220;Bebaslah aku sudah!&#8221;<br />
Setelah api reda ternyata toko Sari tidak termakan api. Ketika mendapatkan kenyataan ini Sari menyerahkan segala harta bendanya kepada orang-orang miskin. Kemudian ia mengambil jalan kesufian.</p>
<p dir="ltr">ooo</p>
<p>&#8220;Apakah yang menyebabkan engkau menjalani kehidupan spiritual ini&#8221;, seseorang bertanya kepada Sari. Sari menjawab: &#8220;Pada suatu hari <strong>Habib ar-Ra’i</strong> lewat di depan tokoku. Kepadanya kuberikan sesuatu untuk disampaikan kepada orang-orang miskin. ’Semoga Allah memberkahi  engkau`, Habib ar-Ra`i mendoakan diriku. Setelah ia mengucapkan doa itu dunia ini tidak menarik hatiku lagi&#8221;.<br />
&#8220;Keesokan harinya datanglah <strong>Ma&#8217;ruf Karkhi</strong> beserta seorang anak yatim.<br />
’Berikanlah pakaian untuk anak ini&#8217;, pinta Ma’ruf kepadaku. Maka anak itu pun kuberi pakaian.<br />
Kemudian Ma’ruf berkata; ’Semoga Allah membuat hatimu benci kepada dunia ini dan membebaskanmu dari pekerjaan ini’. Karena kemakbulan doa Ma’ruf itulah aku dapat meninggalkan semua harta kekayaanku di dunia ini&#8221;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-irak/'>Sufi Irak</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sari-as-saqathi/'>sari as-saqathi</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sufi/'>sufi</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sufi-irak-2/'>sufi irak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=262&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/08/sari-as-saqathi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-4-kartun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sufi 4 kartun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABUL QASIM AL-JUNAID</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/08/abul-qasim-al-junaid/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/08/abul-qasim-al-junaid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 05:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Irak]]></category>
		<category><![CDATA[junaid al baghdadi]]></category>
		<category><![CDATA[sufi baghdad]]></category>
		<category><![CDATA[sufi wali]]></category>
		<category><![CDATA[waliyullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Abul Qasim al-Junaid bin Muhammad al-Khazzaz an-Nihawandi adalah putera seorang pedagang barang pecah belah dan keponakan dari Sari as-Saqathi. Beliau adalah teman akrab al-Muhasibi yang merupakan penyebar besar aliran “warans&#8221; sufisme. Beliau telah mengembangkan sebuah doktrin theosofi yang mempengaruhi keseluruhan mitisisme ortodoks Islam. Teorinya yang dijelaskannya secara terperinci dalam ajaran-ajarannya dan dalam surat-suratnya kepada tokoh-tokoh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=256&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-3-kartun.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-260" style="border:1px solid black;margin:7px 5px;" title="sufi 3 kartun" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-3-kartun.jpg?w=468" alt=""   /></a>Abul Qasim al-Junaid bin Muhammad al-Khazzaz an-Nihawandi</strong> adalah putera seorang pedagang barang pecah belah dan <strong>keponakan dari Sari as-Saqathi.</strong> <strong>Beliau adalah teman akrab al-Muhasibi</strong> yang merupakan penyebar besar aliran “warans&#8221; sufisme. Beliau telah mengembangkan sebuah doktrin theosofi yang mempengaruhi keseluruhan mitisisme ortodoks Islam. Teorinya yang dijelaskannya secara terperinci dalam ajaran-ajarannya dan dalam surat-suratnya kepada tokoh-tokoh semasanya masih dapat kita temukan hingga saat ini. Beliau meninggal pada tahun 258 H/910M di Baghdad, sebagai ketua dari sebuan aliran yang besar dan berpengaruh luas.</p>
<p><span id="more-256"></span></p>
<p><strong>MASA REMAJA JUNAID AL-BAGHDADI</strong><br />
Sejak kecil Junaid sudah merasakan kegelisahan spiritual. <strong>Ia adalah pencari Allah yang tekun, penuh disiplin, bijaksana, cerdas dan mempunyai intuisi yang tajam.</strong> Pada suatu hari ketika kembali dari sekolah, Junaid mendapatkan ayahnya sedang menangis.<br />
&#8220;Apakah yang terjadi?&#8221;,tanya Junaid kepada ayahnya.<br />
&#8220;Aku ingin memberi sedekah kepada pamanmu, Sari, tetapi ia tidak mau menerimanya”, ayahnya menjelaskan. ”Aku menangis karena seumur hidupku baru sekarang inilah aku dapat mengumpulkan uang lima dirham, tetapi ternyata pemberianku tidak pantas diterima oleh salah seorang sahabat Allah&#8221;.<br />
&#8220;Berikanlah uang itu kepadaku, biar aku yang akan memberikannya kepada paman. Dengan cara ini tentu ia mau menerimanya”, Junaid berkata.<br />
Uang lima dirham itu diserahkan ayahnya dan berangkatlah Junaid ke rumah pamannya. Sesampainya di tujuan, ia mengetuk pintu.<br />
&#8220;Siapakah itu?&#8221;, terdengar sahutan dari dalam<br />
&#8220;Junaid&#8221;, jawabnya. ’*Bukalah pintu dan terimalah sedekah yang sudah menjadi hakmu ini&#8221;.<br />
&#8220;Aku tidak mau menerimanya&#8221;, Sari menyahut.<br />
&#8220;Demi Allah yang telah sedemikian baiknya kepadamu dan sedemikian adilnya kepada ayahku, aku meminta kepadamu, terimalah sedekah ini&#8221;, Junaid berseru.<br />
&#8220;Junaid, bagaimanakah Allah telah sedemikian baiknya kepadaku dan sedemikian adilnya kcpada ayahmu?&#8221; Sari bertanya.<br />
&#8220;Allah berbuat baik kepadamu&#8221;, jawab Junaid , &#8220;Karena telah memberikan kemiskinan kepadamu. Allah berbuat adil kepada ayahku karena telah membuatnya sibuk dengan urusan-urusan dunia. Engkau bebas menerima atau menolak sedekah, tetapi ayahku, baik secara rela maupun tidak, harus mengantarkan sebagian harta kekayaannya kepada yang berhak menerimanya&#8221;.<br />
Sari sangat senang mendengar jawaban itu.<br />
&#8220;Nak, sebelum menerima sedekah itu, aku telah menerima dirimu&#8221;.<br />
<strong>Sambil berkata demikian Sari membukakan pintu dan menerima sedekah itu. Untuk Junaid disediakannya tempat yang khusus di dalam lubuk hatinya</strong>.</p>
<p dir="ltr">ooo</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-irak/'>Sufi Irak</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/junaid-al-baghdadi/'>junaid al baghdadi</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sufi-baghdad/'>sufi baghdad</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sufi-wali/'>sufi wali</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/waliyullah/'>waliyullah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=256&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/08/abul-qasim-al-junaid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-3-kartun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sufi 3 kartun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABU YAZID AL-BUSTHAMI</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/05/abu-yazid-al-busthami/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/05/abu-yazid-al-busthami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 08:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Persia]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Yazid Al Busthami]]></category>
		<category><![CDATA[sufi persia]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Abu Yazid Thaifur bin ’Isa bin Surusyan aI-Busthami Iahir di Bustham yang terletak di bagian Timur Laut Persia. Kakeknya adalah seorang penganut Zoroaster. Di Bustham ini pula Abu Yazid meninggal dunia tahun 261 H/874 M atau 264 H/877 M, sedang makamnya masih ada hingga saat ini. Di samping keharuman namanya sebagai pendiri perguruan sufisme, beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=222&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-2-kartun.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-237" style="border:1px solid black;margin:5px 7px;" title="sufi 2 kartun" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-2-kartun.jpg?w=468" alt=""   /></a>Abu Yazid Thaifur bin ’Isa bin Surusyan aI-Busthami Iahir di Bustham</strong> <strong>yang terletak di bagian Timur Laut Persia.</strong> Kakeknya adalah seorang penganut Zoroaster. <strong>Di Bustham ini pula Abu Yazid meninggal dunia tahun 261 H/874 M</strong> <strong>atau 264 H/877 M, sedang makamnya masih ada hingga saat ini.</strong> Di samping keharuman namanya sebagai pendiri perguruan sufisme, beliau dikenal karena<br />
keberaniannya menyatakan peleburan yang sempurna seorang mistikus ke dalam tuhan.<br />
<span id="more-222"></span><br />
Secara khusus penjelasan-penjelasannya mengenai perjalanannya ke surga (yang mirip dengan Mi”raj Nabi Muhammad), sangat sering dipelajari oleh para penulis dan sangat mempengaruhi imajinasi manusia-manusia sesudahnya.</p>
<p><strong>ABU YAZID AL-BUSTHAMI: LAHIR DAN MASA REMAJANYA</strong><br />
Kakek Abu Yazid al-Busthami adalah seorang penganut agama Zoroaster. Ayahnya adalah salah seorang di antara orang-orang terkemuka Bustham. Kehidupan Abu Yazid yang luar biasa bermula sejak ia berada di dalam kandungan ibunya.<br />
<strong>&#8220;Setiap kali aku menyuap makanan yang kuragukan kehalalan</strong><strong>nya&#8221;, ibunya sering berkata kepada Abu Yazid, &#8220;Engkau yang masih</strong> <strong>berada di dalam rahimku memberontak dan tidak mau berhenti</strong> <strong>sebelum makanan itu kumuntahkan kembali”.</strong><br />
Pernyataan si ibu dibenarkan oleh Abu Yazid sendiri. <strong></strong></p>
<p><strong>Kepada Abu Yazid pernah ditanyakan, &#8220;Apakah yang terbaik</strong> <strong>bagi seorang manusia di atas jalan ini&#8221;.</strong><br />
<strong> &#8220;Kebahagiaan yang merupakan bakat sejak lahir&#8221;, jawab Abu</strong> <strong>Yazid.</strong><br />
<strong> ”Jika kebahagiaan seperti itu tidak ada?&#8221;</strong><br />
<strong> &#8220;Sebuah tubuh yang sehat dan kuat&#8221;.</strong><br />
<strong> &#8220;Jika tidak memilki tubuh yang sehat dan kuat?&#8221;</strong><br />
<strong> &#8220;Pendengaran yang tajam&#8221;.</strong><br />
<strong> &#8220;Jika tidak memiliki pendengaran yang tajam?&#8221;</strong><br />
<strong> &#8220;Hati yang mcngetahui&#8221;.</strong><br />
<strong> &#8220;Jika tidak memiliki hati yang mengetahui?&#8221;</strong><br />
<strong> &#8220;Mata yang melihat&#8221;.</strong><br />
<strong> &#8220;Jika tidak memiliki mata yang melihat?&#8221;</strong><br />
<strong> &#8220;Kematian yang segera&#8221;. ‘</strong><br />
Setelah sampai waktunya, si ibu mengirimkan Abu Yazid ke sekolah. Abu Yazid mempelajari al-Qur’an. Pada suatu hari gurunya menerangkan arti satu ayat dari surah Lukman yang berbunyi:<em> &#8220;Ber</em><em>terimakasihlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu&#8221;</em>. Ayat ini sangat menggentarkan hati Abu Yazid. Abu Yazid meletakkan batu-tulisnya dan berkata kepada gurunya: &#8220;IzinkanIah aku pulang, ada sesuatu yang hendak kukatakan kepada ibuku&#8221;.<br />
Si guru memberi izin, Abu Yazid lalu pulang ke rumahnya. Ibunya menyambutnya dengan kata-kata:<br />
”Thaifur, mengapa engkau sudah pulang? Apakah engkau mendapat hadiah atau adakah suatu kejadian yang istimewa?&#8221;<br />
&#8220;Tidak&#8221;, jawab Abu Yazid. &#8220;Pelajaranku sampai pada ayat di mana Allah memerintahkan agar aku berbakti kepada-Nya dan kepada ibu. Tetapi aku tak dapat mengurus dua buah rumah dalam waktu yang bersamaan. Ayat ini sangat menyusahkan hatiku. Mintalah diriku ini kepada Allah sehingga aku menjadi milikmu seorang atau serahkanlah aku kepada Allah semata sehingga aku dapat hidup untuk Dia semata-mata&#8221;.<br />
”Anakku&#8221;, jawab ibunya. <strong>”Aku serahkan engkau kepada Allah dan kubebaskan engkau dari semua kewajibanmu terhadapku. Pergilah engkau dan jadilah seorang hamba Allah&#8221;.</strong><br />
Di kemudian hari Abu Yazid berkata, <strong>&#8220;Kewajiban yang semula kukira sebagai kewajiban yang paling sepele di antara yang lain-lainnya, ternyata merupakan kewajiban yang paling utama. Yaitu kewajiban untuk berbakti kepada ibuku. Di dalam berbakti kepada ibuku itulah kuperoleh segala sesuatu yang kucari, yakni segala sesuatu yang hanya bisa dipahami lewat tindakan disiplin diri dan pengabdian kepada Allah</strong>. Kejadiannya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Pada suatu malam, ibu meminta air kepadaku. Maka aku pun pergi mengambilnya, ternyata di dalam tempayan kami tak ada air. Kulihat dalam kendi, tetapi kendi itu pun kosong. Oleh karena itu pergilah aku ke sungai lalu mengisi kendi tersebut dengan air. Ketika aku pulang, ternyata ibuku sudah tertidur‘”.<br />
&#8220;Malam itu udara terasa dingin. Kendi itu tetap dalam rangkulanku. Ketika ibu terjaga, ia meminum air yang kubawa itu kemudian<br />
memberkati diriku. Kemudian terlihatlah olehku betapa kendi itu telah membuat tanganku kaku.<br />
&#8220;Mengapa engkau tetap memegang kendi itu?’, ibu bertanya.<br />
’Aku takut ibu terjaga sedang aku sendiri terlena’, jawabku.</p>
<p>Kemudian ibu berkata kepadaku: ’Biarkan saja pintu itu setengah terbuka’ &#8220;.<br />
&#8220;Sepanjang malam aku berjaga-jaga agar pintu itu tetap dalam keadaan setengah terbuka dan agar aku tidak melalaikan perintah ibuku. Hingga akhirnya fajar terlihat lewat pintu, begitulah yang sering kulakukan berkali-kali&#8221;.</p>
<p>Setelah sang ibu memasrahkan anaknya kepada Allah, Abu Yazid meninggalkan Bustham, merantau dari satu negeri ke negeri lain selama tiga puluh tahun, dan melakukan disiplin diri dengan terus-menerus berpuasa di siang hari dan bertirakat sepanjang malam. <strong>Ia belajar di bawah bimbingan seratus tiga belas guru spiritual dan telah memperoleh manfaat dari setiap pelajaran yang mereka berikan.</strong><br />
Di antara guru-gurunya itu ada seorang yang bernama<strong> Shadiq ra.</strong>. Ketika Abu Yazid sedang duduk di hadapannya, tiba-tiba Shadiq berkata<br />
kepadanya,<br />
&#8220;Abu Yazid, ambilkan buku yang dijendela itu&#8221;.<br />
&#8220;Jendela? Jendela mana?&#8221;, tanya Abu Yazid.<br />
&#8220;Telah sekian lama engkau belajar di sini dan tidak pernah melihat jendela itu?&#8221;<br />
&#8220;Tidak&#8221;, jawab Abu Yazid, &#8220;Apakah perduliku dengan jendela.<br />
Ketika menghadapmu, mataku tertutup terhadap hal-hal lain. Aku tidak datang ke sini untuk melihat segala sesuatu yang ada di sini&#8221;.<br />
&#8220;Jika demikian&#8221;, kata si guru, &#8220;Kembalilah ke Bustham. Pelajaranmu telah selesai&#8221;.</p>
<p dir="ltr">ooo</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-persia/'>Sufi Persia</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/abu-yazid-al-busthami/'>Abu Yazid Al Busthami</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sufi-persia-2/'>sufi persia</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/tauhid/'>tauhid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=222&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/09/05/abu-yazid-al-busthami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/09/sufi-2-kartun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sufi 2 kartun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AL-FUZAIL BIN IYAZ, Sang Pembegal Yang Bertaubat</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/26/al-fuzail-bin-iyaz-sang-pembegal-yang-bertaubat/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/26/al-fuzail-bin-iyaz-sang-pembegal-yang-bertaubat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 07:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Persia]]></category>
		<category><![CDATA[fuzail bin iyas]]></category>
		<category><![CDATA[pembegal yang taubat]]></category>
		<category><![CDATA[sufi persia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Abu ’AIi aI·FuzaiI bin &#8216;Iyaz at-Talaqani Iahir di Khurasan. Diriwayatkan bahwa sewaktu masih remaja, Fuzail adalah seorang penyamun. Setelah bertaubat, Fuzail pergi ke Kufah kemudian ke Makkah, di mana ia tinggal beberapa tahun Iamanya hingga wafatya pada tahun 187 H/803 M. Nama FuzaiI cukup terkenal sebagai seorang ahli Hadits, dan keberaniannya mengkhotbahi Khalifah Harun ar-Rasyid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=195&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/warisan-para-awliya.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-196" style="border:2px solid black;margin:7px;" title="warisan para awliya" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/warisan-para-awliya.jpg?w=468" alt=""   /></a>Abu ’AIi aI·FuzaiI bin &#8216;Iyaz at-Talaqani Iahir di Khurasan. Diriwayatkan bahwa sewaktu masih remaja, Fuzail adalah seorang penyamun. Setelah bertaubat, Fuzail pergi ke Kufah kemudian ke Makkah, di mana ia tinggal beberapa tahun Iamanya hingga wafatya pada tahun 187 H/803 M. Nama FuzaiI cukup terkenal sebagai seorang ahli Hadits, dan keberaniannya mengkhotbahi Khalifah Harun ar-Rasyid sering diperbincangkan orang.</p>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p>FUZAIL PEMBEGAL DAN KISAH PERTAUBATANNYA<br />
Sewaktu masih remaja, Fuzail mendirikan kemah di tengah·tengah padang pasir, yaitu di antara Merv dan Baward. jubahnya terbuat dari bahan &#8216;kasar, topinya terbuat dari bulu domba, dan dilehernya senantiasa tergantung sebuah tasbih. Fuzail mempunyai banyak teman yang semuanya terdiri dari para pencuri dan pembegal. Siang dan malam mereka merampok, membunuh dan membawa hasil rampasan mereka kepada FuzaiI karena ia adalah kepala mereka. Fuzail mengambil sesuatu yang disukainya, sesudah itu membagi-bagikan Iebihan harta rampasan tersebut kepada semua sahabatnya. Ia selalu tanggap tentang sesuatu dan tak pernah alpa dari pertemuan-pertemuan mereka. Setiap anggota baru yang sekali saja tidak menghadiri pertemuan, Fuzail akan mengeluarkannya dari kelompok mereka.</p>
<p>Suatu hari sebuah kafilah yang besar melewati daerah mereka. FuzaiI dan sahabat-sahabatnya teIah menanti-nantikan kedatangan kafilah tersebut. Di dalam rombongan itu ada seorang lelaki yang pernah mendengar desas-desus mengenai para perampok itu. Ketika ia melihat kawanan perampok itu dari kejauhan, ia pun berpikir, bagaimanakah ia harus menyembunyikan sekantong emas yang dimilikinya.<br />
&#8220;Kantong emas ini akan kusembunyikan&#8221;, ia berkata di dalam hati. &#8220;Dengan demikian jika para perampok membegal rombongan ini, aku masih mempunyai modal untuk diandalkan&#8221;. Ia menyimpang dari jalan raya. Kemudian ia melihat sebuah kemah dan di dekat kemah itu ada seorang yang wajah dan pakaian nya tampak sebagai seorang pertapa. Maka kantong emas itu pun lalu dititipkannya kepada orang itu, yang sebenarnya adalah Fuzail sendiri. ”Taruhlah kantongmu itu di pojok kemahku&#8221;, Fuzail berkata kepadanya. Lelaki itu melakukan seperti yang dikatakan Fuzail.<br />
Kemudian ia kembali ke rombongannya, tetapi ternyata mereka telah dibegal oleh kawanan Fuzail. Semua barang bawaan mereka telah dirampas sedang kaki dan tangan mereka diikat. Lelaki itu melepaskan ikatan sahabat-sahabat seperjalanannya. Setelah mengumpulkan harta benda mereka yang masih tersisa, menyingkirlah mereka dari tempat kejadian itu. Lelaki tadi kembali ke kemah Fuzail untuk mengambil kantong emasnya. Ia melihat Fuzail sedang berkerumun dengan kawanan perampok dan membagi-bagikan hasil rampasan mereka.<br />
&#8220;Celaka, ternyata aku telah menitipkan kantong emasku kepada seorang maling&#8221;, lelaki itu mengeluh.<br />
Tetapi Fuzail yang dari kejauhan melihatnya, memanggilnya dan ia pun datang menghampiri.<br />
&#8220;Apakah yang engkau kehendaki&#8221;, lelaki itu bertanya kepada Fuzail.<br />
&#8220;Ambillah barangmu dari tempat tadi dan setelah itu tinggalkanlah tempat ini&#8221;.<br />
Lelaki itu segera berlari ke kemah Fuzail, mengambil kantong emas dan meninggalkan tempat itu.<br />
Dengan keheran-heranan teman-teman Fuzail berkata: &#8220;Dari seluruh kafilah itu kita tidak mendapatkan satu dirham pun di dalam bentuk tunai, tetapi mengapa engkau mengembalikan sepuluh ribu dirham itu kepadanya?&#8221;</p>
<p><strong>Fuzail menjawab: &#8220;Ia telah mempercayaiku seperti aku mempercayai Allah akan menerima taubatku nanti. Aku hargai kepercayaannya itu agar Allah menghargai kepercayaanku pula&#8221;.</strong><br />
Pada hari yang lain mereka membegal kafilah pula dan merampas harta benda mereka. Ketika kawanan Fuzail sedang makan, seorang anggota kafilah itu datang menghampiri mereka dan bertanya: ”Siapakah pemimpin kalian?&#8221;<br />
Kawanan perampok itu menjawab: &#8220;Ia tidak ada di sini. Ia sedang shalat di balik pohon yang terletak di pinggir sungai itu”.<br />
&#8220;Tetapi sekarang ini belum waktunya untuk shalat&#8221;, lelaki itu berkata.<br />
&#8220;Ia sedang melakukan shalat sunnat&#8221;, salah seorang di antara pembegal-pembegal itu menjelaskan.<br />
&#8220;Dan ia tidak makan bersama-sama dengan kaIian?&#8221;, lelaki itu melanjutkan.<br />
&#8220;Ia sedang berpuasa&#8221;, jawab salah seorang.<br />
&#8220;Tetapi sekarang ini bukan bulan Ramadhan?&#8221;<br />
&#8220;Ia sedang berpuasa sunnat&#8221;.<br />
Dengan sangat heran lelaki tadi menghampiri Fuzail yang sedang khusyuk di dalam shalatnya, Setelah selesai berkatalah ia kepada Fuzail,<br />
&#8220;Ada sebuah peribahasa yang mengatakan, hal-hal yang bertentangan tidak dapat dipersatukan. Bagaimanakah mungkin seseorang berpuasa, merampok, shalat dan membunuh orang Muslim pada waktu yang bersamaan?&#8221;.<br />
&#8220;Apakah engkau memahami al-Qur’an?&#8221;, Fuzail bertanya kepadanya.<br />
&#8220;Ya&#8221;, jawab lelaki itu.<br />
&#8220;Tidakkah Allah Yang Maha Kuasa berkata: <em>’Orang-orang lain telah mengakui dosa-dosa mereka dan mencampuradukkan perbuatan-perbuatan yang baik dengan perbuatan-perbuatan yang aniaya?’ &#8220;</em>.<br />
Lelaki itu terdiam tidak dapat berkata apa-apa.</p>
<p>Orang-orang mengatakan bahwa pada dasarnya Fuzail adalah seorang yang berjiwa satria dan berhati mulia. Apabila di dalam sebuah kafilah terdapat seorang wanita, maka barang-barang wanita itu tidak akan diusiknya. Begitu pula harta benda orang-orang miskin tidak akan dirampas Fuzail. Untuk setiap korbannya, ia selalu meninggalkan sebagian dari harta bendanya yang dirampas. Sebenarnya semua kecenderungan Fuzail tertuju kepada perbuatan yang baik.</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-persia/'>Sufi Persia</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/fuzail-bin-iyas/'>fuzail bin iyas</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/pembegal-yang-taubat/'>pembegal yang taubat</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/sufi-persia-2/'>sufi persia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=195&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/26/al-fuzail-bin-iyaz-sang-pembegal-yang-bertaubat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/warisan-para-awliya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">warisan para awliya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raden Haji Suryakencana putra Pangeran Aria Wiratanudatar</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/09/raden-haji-suryakencana-putra-pangeran-aria-wiratanudatar/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/09/raden-haji-suryakencana-putra-pangeran-aria-wiratanudatar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 08:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[eyang surya kencana]]></category>
		<category><![CDATA[raden haji surya kencana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Sahabats.. Raden Haji Suryakencana ra. yang nama lengkap beliau Raden Suryakencana Winata Mangkubumi merupakan seorang putra Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri kota Cianjur) yang beristrikan seorang putri jin. Menurut babad Cianjur, Pangeran Surya Kencana dinikahkan oleh ayahnya dengan salah satu putri dari bangsa jin dan hingga kini bersemayam di Gunung Gede. Hal yang sama terjadi pula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=172&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="border:1px solid black;margin:5px;" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/img_0113.jpg?w=150&#038;h=200" alt="" width="150" height="200" />Sahabats..</p>
<p>Raden Haji Suryakencana ra. yang nama lengkap beliau Raden Suryakencana Winata Mangkubumi merupakan seorang putra Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri kota Cianjur) yang beristrikan seorang putri jin.</p>
<p>Menurut babad Cianjur, Pangeran Surya Kencana dinikahkan oleh ayahnya dengan salah satu putri dari bangsa jin dan hingga kini bersemayam di Gunung Gede. Hal yang sama terjadi pula pada putri Jayasasana lainnya , Ny. R. Endang Sukaesih yang bersemayam di Gunung Ceremai dan R. Andika Wirusajagad yang menguasai Gunung Karawang.</p>
<p>Konon kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan tempat bersemayam Pangeran Suryakencana. Sejarah dan legendanya merupakan kepercayaan masyarakat di sekitar, yaitu tentang keberadaan Eyang Suryakencana dan Prabu Siliwangi di Gunung Gede.<span id="more-172"></span></p>
<p>Petilasan singgasana Pangeran Suryakencana berupa sebuah batu besar berbentuk pelana. Hingga kini, petilasan tersebut masih berada di tengah alun-alun. Beliau bersama rakyat jin menjadikan alun-alun sebagai lumbung padi yang disebut Leuit Salawe, Salawe Jajar, dan kebun kelapa salawe tangkal, salawe manggar.</p>
<p>Kawasan yang dipercaya oleh kalangan praktisi supranatural sebagai wilayah kekuasaan Eyang Surya Kecana dan karuhun Sunda lainnya adalah:</p>
<p>1. Kawasan Gunung Gede merupakan tempat bersemayam Pangeran Suryakencana. Beliau bersama rakyat jin menjadikan alun2 sebagai lumbung padi yang disebut Leuit Salawe, Salawe Jajar, dan kebun kelapa salawe tangkal, salawe manggar. Petilasan singgasana Pangeran Suryakencana berupa sebuah batu besar berbentuk pelana. Hingga kini, petilasan tersebut masih berada di tengah alun-alun, dan disebut Batu Dongdang yang dijaga oleh Embah Layang Gading. Sumber air yang berada ditengah alun-alun, dahulu merupakan jamban untuk keperluan minum dan mandi.<br />
2. Kawah Gunung Gede yang terdiri dari, Kawah Ratu, Kawah Lanang, dan Kawah Wadon, dijaga oleh Embah Kalijaga.<br />
3. Embah Serah adalah penjaga Lawang Seketeng (pintu jaga) yang terdiri atas dua buah batu besar. Pintu jaga tersebut berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air terjun panas yang menuju kearah puncak.<br />
4. Eyang Jayakusumah adalah penjaga Gunung Sela yang berada disebelah utara puncak Gunung Gede.<br />
5. Sedangkan Eyang Jayarahmatan dan Embah Kadok menjaga dua buah batu dihalaman parkir kendaraan wisatawan kawasan cibodas. Batu tersebut pernah dihancurkan, namun bor mesin tidak mampu menghancurkannya. Dalam kawasan Kebun Raya Cibodas, terdapat petilasan/ makam Eyang Haji Mintarasa.<br />
6. Konon, Eyang Suryakencana menyimpan hartanya dalam sebuah gua lawa/walet yang berada di sekitar air terjun Cibeureum. Gua tersebut dijaga oleh Embah Dalem Cikundul. Tepat berada di tengah-tengah air terjun Cibeureum ini terdapat sebuah batu besar yang konon adalah perwujudan seorang pertapa sakti yang karena bertapa sangat lama dan tekun sehingga berubah menjadi batu. Pada hari kiamat nanti barulah ia akan kembali berubah menjadi manusia.</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-nusantara/'>Sufi Nusantara</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/eyang-surya-kencana/'>eyang surya kencana</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/raden-haji-surya-kencana/'>raden haji surya kencana</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=172&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/09/raden-haji-suryakencana-putra-pangeran-aria-wiratanudatar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/img_0113.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Syekh Datuk Kahfi ra, Penyebar Islam di Jawa Barat</title>
		<link>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/09/syekh-datuk-kahfi-ra-penyebar-islam-di-jawa-barat/</link>
		<comments>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/09/syekh-datuk-kahfi-ra-penyebar-islam-di-jawa-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 08:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>biografiparasufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sufi Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pendakwah jawabarat]]></category>
		<category><![CDATA[syekh datuk kahfi]]></category>
		<category><![CDATA[syekh idhofi]]></category>
		<category><![CDATA[syekh nurjati]]></category>
		<category><![CDATA[syekh nurul jati]]></category>
		<category><![CDATA[wali jawabarat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biografiparasufi.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Syekh Datuk Kahfi (dikenal juga dengan nama Syekh Idhofi atau Syekh Nurul Jati) adalah tokoh penyebar Islam di wilayah yang sekarang dikenal dengan Cirebon. Beliau juga merupakan leluhur dari raja-raja Sumedang era Islam. Beliau pertama kali menyebarkan ajaran Islam di daerah Amparan Jati. Syekh Datuk Kahfi merupakan buyut dari Pangeran Santri (Ki Gedeng Sumedang), penguasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=182&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/allah2-300x225.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-183" style="border:1px solid black;margin:7px;" title="Allah2-300x225" src="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/allah2-300x225.jpg?w=468" alt="Allah"   /></a>Syekh Datuk Kahfi</strong> (dikenal juga dengan nama <strong>Syekh Idhofi</strong> atau <strong>Syekh Nurul Jati</strong>) adalah tokoh penyebar Islam di wilayah yang sekarang dikenal dengan Cirebon. Beliau juga merupakan leluhur dari raja-raja Sumedang era Islam.</p>
<p>Beliau pertama kali menyebarkan ajaran Islam di daerah Amparan Jati. Syekh Datuk Kahfi merupakan buyut dari Pangeran Santri (Ki Gedeng Sumedang), penguasa di Kerajaan Sumedang Larang, Jawa Barat.</p>
<p>Menurut legenda, di pantai utara Jawa Barat terdapat dua buah pesantren yang terkenal dan dipimpin oleh orang-orang keturunan Arab. Yang satu berada di Karawang, dipimpin oleh Syekh Quro dan yang satu lagi di Amparan Jati dipimpin oleh Syekh Nurjati atau Syekh Nurul Jati.</p>
<p>Sedangkan Syekh Dzatul Kahfi atau lebih mudah disebut Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Datuk Khafid yang bernama asli Idhafi Mahdi, adalah seorang muballigh asal Baghdad . Beliau tiba di Pelabuhan Muara Jati bersama rombongan sebanyak 22 orang, dua diantaranya adalah wanita, dan diterima dengan baik oleh Ki Jumajan Jati, sang syahbandar Pelabuhan Muara Jati, yang kemudian memperbolehkannya untuk menetap di sana.</p>
<p><span id="more-182"></span></p>
<p>Syekh Datuk Kahfi bersama rombongannya kemudian menjadi murid dari Syekh Nurjati. Bahkan kemudian, ketika memasuki usia yang telah lanjut, Syekh Nurjati lalu menunjuk Syekh Datuk Kahfi sebagai penggantinya untuk memimpin di pesantren Amparan Jati.</p>
<p>Tatkala Syekh Datuk Kahfi memimpin pesantren, majelis pengajiannya di Gunung Amparan Jati menjadi makin terkenal. Banyak sekali santri-santri yang ikut belajar agama Islam, diantaranya ialah putra-putri Prabu Siliwangi dengan Nyai Subanglarang. Mereka adalah Raden Walangsungsang dengan istrinya Indang Geulis, dan adiknya Nyai Rarasantang.</p>
<p>Mereka inilah yang kemudian berperan dalam Pembangunan Cirebon dan juga syiar Islam di wilayah Jawa Barat. Bahkan kemudian Raden Walangsungsang menjadi pendiri sekaligus Pemimpin di Cirebon.</p>
<p>Peran Kiai Syekh Datuk Kahpi dan para santrinya kala itu dalam membangun kejayaan Cirebon tampak sangat menonjol. Islam di Cirebon kala itu berkembang pesat hingga mengalahkan agama yang lama, ternyata dibangun bukan dengan gerakan anarkis atau dengan perjuangan yang berdarah-darah. Kiai Syekh Datuk Kahpi mensyiarkan Islam dengan mewujudkan sabda Rasulullah saw., yakni dengan menebar citra bahwa Islam itu adalah agama yang menebar rahmatan lil ‘alamin.</p>
<div align="justify">Rupanya Kiai Syekh Datuk Kahpi paham benar tentang ajaran Islam sebagaimana yang di firmankan Allah SWT dalam Alquran Surat Al- Qashash:77 yang terjemahannya berbunyi,<strong><em> “…dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan“.</em></strong></div>
<p>Di bawah ini merupakan silsilah Syekh Datuk Kahfi yang bersambung dengan Sayyid Alawi bin Muhammad Sohib Mirbath hingga Ahmadal-Muhajir bin Isa ar-Rumi (Hadramaut, Yaman) dan seterusnya hingga Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW yang syahid terbunuh dalam pembantaian di Padang Karbala, Iraq.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW, berputeri</p>
<ul>
<li>Sayidah Fatimah az-Zahra menikah dengan Imam Ali bin Abi Thalib, berputera</li>
<li>Imam Husain a.s, berputera</li>
<li>Imam Ali Zainal Abidin, berputera</li>
<li>Muhammad al-Baqir, berputera</li>
<li>Imam Ja&#8217;far ash-Shadiq, berputera</li>
<li>Ali al-Uraidhi, berputera</li>
<li>Muhammad al-Naqib, berputera</li>
<li>Isa al-Rumi, berputera</li>
<li>Ahmad al-Muhajir, berputera</li>
<li>Ubaidillah, berputera</li>
<li>Alawi, berputera</li>
<li>Muhammad, berputera</li>
<li>Alawi, berputera</li>
<li>Ali Khali&#8217; Qosam, berputera</li>
<li>Muhammad Sahib Mirbath, berputera</li>
<li>Sayid Alwi, berputera</li>
<li>Sayid Abdul Malik, berputera</li>
<li>Sayid Amir Abdullah Khan (Azamat Khan), berputera</li>
<li>Sayid Abdul Kadir, berputera</li>
<li>Maulana Isa, berputera</li>
<li>Syekh Datuk Ahmad, berputera</li>
<li>Syekh Datuk Kahfi</li>
</ul>
<p>Syekh Datuk Kahfi wafat dan dimakamkan di Gunung Jati, bersamaan dengan makam Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), Pangeran Pasarean, dan raja-raja Kesultanan Cirebon lainnya.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bishawwab.</em>[]</p>
<p>Tulisan di atas Diolah dari <strong>sumber-sumber berikut</strong>:</p>
<p>1. http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Datuk_Kahfi</p>
<p>2. http://www.fahmina.or.id/kecirebonan/even-pariwisata-upacara-adat/378-para-santri-dan-sejarah-cirebon-yang-terpinggirkan.html</p>
<p>3. http://joewonodwi.multiply.com/journal/item/40</p>
<p>4. http://www.fahmina.or.id/kecirebonan/even-pariwisata-upacara-adat/378-para-santri-dan-sejarah-cirebon-yang-terpinggirkan.html</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p>http://inchallah-inch-allah.com/wp-content/uploads/2011/02/Allah2-300&#215;225.jpg</p>
<br />Filed under: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/category/sufi-nusantara/'>Sufi Nusantara</a> Tagged: <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/pendakwah-jawabarat/'>pendakwah jawabarat</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/syekh-datuk-kahfi/'>syekh datuk kahfi</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/syekh-idhofi/'>syekh idhofi</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/syekh-nurjati/'>syekh nurjati</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/syekh-nurul-jati/'>syekh nurul jati</a>, <a href='http://biografiparasufi.wordpress.com/tag/wali-jawabarat/'>wali jawabarat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/biografiparasufi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/biografiparasufi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/biografiparasufi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/biografiparasufi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/biografiparasufi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/biografiparasufi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/biografiparasufi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/biografiparasufi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/biografiparasufi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/biografiparasufi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/biografiparasufi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/biografiparasufi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/biografiparasufi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/biografiparasufi.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=biografiparasufi.wordpress.com&amp;blog=12856330&amp;post=182&amp;subd=biografiparasufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biografiparasufi.wordpress.com/2011/08/09/syekh-datuk-kahfi-ra-penyebar-islam-di-jawa-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de0ecd488c37f0b42ea008765711f259?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biografiparasufi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://biografiparasufi.files.wordpress.com/2011/08/allah2-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Allah2-300x225</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
